Waktu lagi ngaca…..!!!!!
Ku buka mulutku, cermin persegi yang menempel di teralis jendela harus rela mencium aroma mulut yang wahh…..?? baru bangun tidur pasalnya. Aku amati, apa yang terjadi pad wajahku, sudah beberapa hari ini ada sinyalemen gerakan bawah tanah di dalam mulut.
Wowww…… ternyata ada satu gigi lagi yang tumbuh, di barisan paling belakang sebelah kiri bawah. Wah, umur sudah 20 tahun masih ada gigi yang tumbuh? Syukur, berarti Tuhan memang Maha Pemberi, tapi kalau boleh memilih sih aku pingin ditambahin rejeki selain tumbuh gigi. Ya…. Paling tidak sahamku naik ato “DIA MAU SAMA AKU”. Tuhan memang terkadang genit ketika memancing perasaan kita. Ggak hanya dia seorang. Heh ….
Sobat, tau ga berapa jumlah gigiku sekarang?
Ahhh… sebenarnya aku ingin memberi tau pada kalian tapi kata orang-orang sich ga boleh ngasih tau jumlah gigi kita pada orang lain. Kalo jumlah hutang, suka-suka. Sapa tau ada yang berniat jadi dermawan.
[Sobat, gabungan kata yang tersusun menjadi kalimat dalam serangkum paragraph di atas aku tulis setelah isya di base
Aku teruskan ya…, setelah beberapa saat berhenti aku mau cerita lagi ne.
“Setelah sebelumnya kamis (19/03) kemarin aku mengalami apa yang aku sebut dengan,
The Fastest Fasting
Ceritanya aku puasa. Ya alasannya kepingin aja. Dimulai dengan kegiatan di waktu pagi yang bisa dibilang Narsis-meski sebenarnya pengertian narsis yang aku pakai serta yang sobat pakai kurang tepat kalo ditempatkan di kalimat seperti ini-. Aku memasak nasi dan mie untuk penghuni base camp. Cerita berlanjut hingga memasuki siang hari. Nokia 1200 communicator sehari-hari milikku berdering, 1 pesan diterima. Isinya pesan nanti sore di aula STM Negeri Banyuwangi ada apresiasi teater.
Aku percepat ya…. Schedule pun disusun akhirnya aku nyampe juga di halaman sekolah yang berdekatan dengan stasiun Karangasem tersebut. Setelah melewati ruang pemeriksaan (tiket) Sanitia( panitia,personal word,red.) memberriku sebotol teh, tanpa pikir panjang aku langsung meminumnya. Hingga pementasan hampir usai yang bersamaan dengan adzan magrib aku hanya mengkonsumsi minuman tersebut, sepiring mecem2 ubi rebus aku biarkan ingah-ingih di depanku. Sampai aku tersadar. Oooyhodink……..!! aku puasa hari ini. Mungkin aku meminum setengah jam lebih awal dari UUD yang berlaku. But it’s never mind, Tuhan Maha Adil”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar